margeleT

Rodja Official @rodjaofficial

REZEKI DIGAPAI DENGAN KETAATAN Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يَا أ…

REZEKI DIGAPAI DENGAN KETAATAN Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari yang baik-baik dari rezeki yang Kami rezekikan kepada kalian, dan bersyukurlah kepada Allah apabila kalian hanya beribadah kepadaNya semata.” (QS. Al-Baqarah[2]: 172) Bersyukur itu berdiri tegak di atas tiga rukun, yaitu: Pertama, seorang hamba wajib yakin bahwa nikmat yang ada padanya hanya dari Allah semata. Karena Allah berfirman dalam surah An-Nahl Ayat 53: وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ… “Tidak ada kenikmatan yang ada pada kalian melainkan datangnya dari Allah semata…” (QS. An-Nahl[16]: 53) Kedua, seorang hamba boleh berbicara tentang nikmat yang Allah berikan padanya. Allah berfirman dalam surah Ad-Dhuha: وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ “Adapun dengan nikmat Rabbmu, boleh kau ceritakan.” (QS. Ad-Duha[93]: 11) Syukur dengan lisan di antara dengan mengucapkan hamdalah “Alhamdulillah”, memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selain bentuk syukur, ini pun memberatkan timbangan amal kebajikan kita. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: وَالحَمْدُ للهِ تَمْلأُ المِيْزَانَ “Alhamdulillah itu memenuhi timbangan.” Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits yang Hasan dikeluarkan oleh Imam Ahmad: التحدثُ بنعمةِ اللهِ شكرٌ وتركُها كفرٌ ومَنْ لا يشكرُ القليلَ لا يشكرُ الكثيرَ ومَنْ لا يشكرُ الناسَ لا يشكرُ اللهَ والجماعةُ بركةٌ والفرقةُ عذابٌ “Berbicara tentang nikmat Allah merupakan bentuk syukur, meninggalkannya kekufuran. Orang yang tidak sanggup bersyukur atas hal yang kecil, dia tidak bisa bersyukur akan nikmat yang banyak. Barangsiapa yang tidak bisa pandai terima kasih kepada manusia dia tidak bisa pandai bersyukur pada Allah. Berjamaah itu keberkahan dan perpecahan itu merupakan azab.” (HR. Ahmad) Oleh karena itu sekecil apapun kenikmatan yang Allah anugerahkan kepada kita wajib kita syukuri. Ketiga, menggunakan nikmat Allah dalam ketaatan dan keridhaannya. Allah berfirman dalam surah Al-Qasas ayat 77: وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ… “Carilah pada apa-apa yang Allah anugerahkan kepada engkau pahala negeri akhirat…” (QS. Al-Qashash[28]: 77) Allah anugerahkan kepada kita nikmat dunia. Dimana kita cari dengan nikmat dunia ini pahala negeri akhirat. Bagaimana penjelasan lengkapnya? https://rodja.id/3lx

· Indonesia

Fresh margeleT snapshot · Indonesia · Rodja Official · memes · humor. This page keeps context and source links for search engines and AI assistants.

Related margeleT posts